Tuesday, October 14, 2008

Being Offline is Good. Is It?

Ha!

Tadinya, judul post ini adalah "Being Offline is Good" saja. Tapi kemudian saya mengubahnya menjadi seperti yang Anda lihat, "Being Offline is Good. Is It?". Ada penambahan sebuah kalimat singkat yang menyiratkan keraguan terhadap kalimat sebelumnya.

Ok, saya kadang merasa heran bagaimana seseorang bisa ter-attach begitu rupa kepada aneka ragam yang disediakan oleh dunia aladdin bernama internet. Plurk, misalnya. You're life, on the line... kata mereka. No, thanks. I won't put my life on the line for some headless four legged meat like that*. Hehehe. Pun, tadinya saya juga tidak berencana untuk mempunyai account di Facebook. Bahkan, saya juga berniat menghapus account Friendster saya. Being offline is good. That's what I wrote. Satu - satunya jejak saya di dunia maya mungkin hanya blog ini sahaja.

Sampai... saat saya menyadari satu hal: teman - teman saya yang bersekolah di luar negeri cenderung menjadi orang - orang yang paling aktif di milis angkatan! My best bet is that... mereka senang bisa berinteraksi dengan komunitasnya, yakni angkatan kami. Dan... internet memberikan sarana yang mudah untuk itu!

Ya... kalau diingat - ingat, memang pertama kali saya ikut Friendster pun untuk tetap 'stay tune' dengan teman - teman saya, khususnya teman - teman semasa madrasah aliyah. Oh yeah, it's MA! Meskipun entah karena apa saya lupa, social networking menjadi sebuah hal yang membosankan bagi saya.

Tapi.... ternyata belakangan ini saya juga cukup tidak 'stay tune' dengan rekan - rekan seangkatan di IF. Entah karena sudah cukup banyak yang lulus dan hampir lulus (Oktober ini), entah karena saya memang cukup jarang ke labtek V selain jam kuliah yang sudah tidak banyak lagi, atau entah karena apa lagi. Untung saja akhirnya masih sempat subscribe di milis IF04 yang ada di Yahoo Groups. And... thanks God. Setidaknya saya bisa mendengar kabar - kabar dari teman - teman, melihat (membaca?) beberapa konflik online yang lucu juga untuk diikuti, membaca komentar - komentar jahil kepada seorang oknum yang kadang bikin senyum saat membaca komentar - komentar tadi, de el el lah. Mungkin saat benar - benar sudah pada lulus semua (rekan seangkatan dan saya sendiri) nanti dan saya tidak bisa senantiasa berinteraksi langsung dengan sobat - sobat muda tersebut :p, I'll think about going back into social networking again.

Demikianlah, saya merombak isi tulisan saya, mengganti tajuknya, dan berhenti memusuhi social networking dan kroni - kroninya. Nanti saya kena karma. Even worse.. Plurk's karma. Being offline is good, as well as being online is. Saya bisa bercakap - cakap dengan teman nun jauh di Korea sana via Pidgin dan menggosipkan betapa efek wajib militer di Korea menghasilkan pemuda - pemuda yang berbadan tegap dan gagah (that's what she said, not me) seperti layaknya kami sedang duduk ngobrol di sekre himpunan dan mendiskusikan kenapa anak ITB identik dengan kumel dan tidak modis, sebagai contoh. Well, it's just a chit chat, indeed. So, any ITB students who feel that they're fashionable shouldn't feel offended and pointing gun at me, "so you know fashion, huh?". "I certainly don't", I'll answer. In fact, anyone shouldn't feel offended with that, it's merely poor accusation. Hehehe.

But still, I'm not thinking about going "plurking", for now. Still not yet thinking that people should know everything I [feel], everything I [think] or even everything I [eat]. Ehehehehe.



"Sungguh celaka orang yang tak bisa punya sahabat tulus selama hidupnya,
Dan lebih celaka lagi orang yang punya sahabat tulus
namun kemudian kehilangan sahabat seperti itu"
-Imam Ali bin Abi Thalib dalam Nahjul Balaghah-


Notes:
* sedikit memodifikasi lelucon dari komik strip yang dipublikasikan disini.

8 comments:

Adisti Dini Indreswari said...

Kalau mau menambahkan kalimat ini harusnya jadi, "Being Online Is Good, Isn't It?" dong Bal =D

I had deleted my friendster account for the same reason like yours. Gw ga melihat pentingnya ngasih comment ke orang yang sehari-hari pun ketemu. Beside, it's way too mainstream!

But now I'm getting back to social networking, for exactly the same reason like yours too: keeping in touch with friends. Hmm...

SUPERSHASHY. said...
This comment has been removed by the author.
SUPERSHASHY. said...

halo k iqbal, hihih. ini shasi anyway. well, it's more fun for being online actually, coz' it's not just about keeping in touch with ur college friends, but also reminiscing the good old days with high school a.k.a old friends (tepatnya bisa sama ade klas dulu di IC) hahaha.

echaboy said...

Kalo gw kumel ga bl? ;P

Bikin Facebook dong, seru lho stay tune dengan komentar2 di foto2 yang bisa di-tag. About plurking? I agree with you, hahaha...

adeparamitha said...

plurking is a big no no, but the other social networking?? hmm,, why not?
being online is as fun as being offline. Both is keeping friends in touch. But still, i don't know when to start facebooking, it's just.... well, lack of passion shoul i say?

qbl said...

@ adisti: no, I meant it. maksudnya jadi, "offline tuh bagus koq. iya kah?" kalo "being offline is good, isn't it" mah jadinya artinya "offline tu bagus, bukan?"

@ supershashy: halo!! ya, gapapa beda beda pendapat juga. :D

@ echaboy: wahahaha.... . kumel ga ya? ga lah, apalagi dah pake baju batik cem kemaren malem pas syukwis HMIF. :p

@ adeparamitha: ok, let's join me and echa at 'no plurk for today' community. of course not! there are no such community like that!

r e y t i a said...

bal, gue ada pr nih buat lo. hehehee. silahkan berkunjung ke blog saya ;D

zamak said...

hahaha.. uda kena karma kan bel,
apa gw bilang, klo benci sesuatu ga usah terlalu ekstrim lah..
ntar macem facebook ini lg..
kalo butuh kan jadi malu.. :P