Saturday, February 09, 2008

Is That A Singing Contest?

Saya masih memegang prinsip saya bahwa pelaku hal – hal yang sampaikan sebagai hal buruk dalam blog ini harus diganti dengan variable samaran, sebaliknya pelaku “kebaikan” wajiblah disebutkan namanya. Kecuali jika suatu saat saya kelewat emosi. :D

Oleh karena itu, saya cukup menyebut reality show tersebut dengan X. X adalah sebuah contoh sempurna betapa acara televisi dapat merusak kehidupan. Kya kya, berlebihan ah. Tapi… please.., is that a singing contest?

Acara X berlangsung sejak jam 6 magrib dan berakhir…. yak, betul, pukul 12 malam! Sebenarnya, seandainya saja acara tersebut menyuguhkan sajian musik berkualitas saya pasti senang, karena berarti ada suguhan menarik selama… tunggu.. 6 jam? Ayolah, segala sesuatu, sekalipun yang baik, kan ada dosisnya. No, I don’t want to see a great music contest for six straight hours! Apalagi jika acara kontes musik yang sebenarnya tidak bermutu.

Ayolah, X lebih tampak seperti acara member komentar lucu dari para juri, eh apa sebutannya, juri bukan sih untuk ketiga tukang komentar itu? Ya, itulah. Bayangkan, lima menit menyanyi bisa ditimpali hampir setengah jam komentar! Ugh! Saya rasa kalau kelak RCTI harus menyewa ketiga orang ini untuk menjadi komentator siaran langsung Euro 2008. Karena, jika tiba – tiba terjadi kesalahan teknis dan siaran harus delay, para komentator ini sanggup koq memberi komentar tidak jelas sembari menunggu satu babak pertandingan sepakbola selesai. Dan tak usah, khawatir, nampaknya mereka cukup disukai para pemirsa.

Nah! Poin paling mengherankan dari keseluruhan reality show X ini: penggemarnya banyak! Asumtif sebenarnya, tapi… ayolah, Anda kan tidak akan memutar acara 6 jam sehari, 5 kali seminggu jika acara tersebut tidak disukai dan tidak mendatangkan banyak uang toh? Jadi… acara ini disukai? Sedemikian hingga sang produser dan stasiun televisi menayangkannya setiap hari sebanyak jumlah jam tidur yang direkomendasikan bagi orang dewasa sehat? Arghhhhhhhh….. our society is in problem! Masyarakat kita benar – benar kekurangan hiburan kalau begitu. Hfff.

Kalau dipikir – pikir, koq saya yang sewot? Ya, biar dong, blog saya! Hehe, merasa terganggu saja, sekian lama waktu siaran tersebut… rasanya tidak berharga deh. Apalagi mengingat sedang gencarnya imbauan untuk melakukan efisiensi energi demi mitigasi global warming*! Hey, ayo, matikan televisimu! Tak usah kau tonton acara tak berguna macam itu, hemat energi! Kekekekeke. I mean it, really.

* berdasarkan laporan, efisiensi energi di rumah tangga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 10%, hehe, oleh – oleh mengerjakan Imagine Cup nih

4 comments:

Rani! said...

setujuuuuuu...
gw juga ga suka..
lebay abis...

roberto said...

lah, emang bukan singing contest kan?

HIDUP MAMA DAHLIAAA!!~

sayapbarat said...

ada yang lebih parah lagi.
sinetron di indosiar, yang biasanya siang. Tentang kerajaan atau legenda, tapi tiba2 ada mobil plat B dan motor Harley yang bisa terbang....

// Difa

upik jelek said...

ah belski payah..
setuju sama berto..
itu emang bukan kontes nyanyi, tapi acara lawak.
jangan gitu2 amat dong..
konyol2 gitu..eike suka nontonin tiap malem..
menghibur sekaleee..
bagian penting dari acara itu kan bukan nyanyinya,tapi komentarnya.
ancur abis lah komentator + 2 MC nya + mama2nya juga :P

*berto,,mama dahlia udah ke-delete bo, tp masih ada Mama Suhannah, wakakaka